Setelah beberapa bulan mengalami kelesuan aktivitas, Dewan Koordinasi Anak Cabang (DKAC) Corp Brigade Pembangunan – Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (CBP-IPNU) dan Korp Pelajar Putri – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (KPP-IPPNU) Kecamatan Wates kembali menunjukkan eksistensinya. Mereka menggelar kegiatan roan (kerja bakti) sebagai bentuk nyata membangun kembali semangat kebersamaan dan militansi organisasi.
Kegiatan yang berlangsung di 8 titik lokasi ini diikuti oleh puluhan kader yang tampak antusias membersihkan dan merapikan lingkungan sekitar. Roan ini bukan sekadar aksi bersih-bersih, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi kader yang selama beberapa waktu terakhir merasa kehilangan arah dalam berorganisasi.
Komandan DKAC CBP Kecamatan Wates, Muhammad Taufik Ardiansah, mengakui bahwa selama beberapa bulan terakhir roda organisasi mengalami perlambatan. Beberapa faktor menjadi penyebabnya, mulai dari kesibukan anggota hingga kurangnya agenda yang mampu menyatukan kembali semangat keorganisasian.
"Kami sadar, semangat berorganisasi sempat menurun. Makanya, dengan roan ini, kami ingin menunjukkan bahwa CBP-IPNU dan KPP-IPPNU masih ada, masih bergerak, dan siap kembali menjadi garda terdepan dalam mencetak kader unggul," ujar Taufik.
Hal senada juga disampaikan oleh Komandan DKAC KPP Kecamatan Wates, Titin Andriani. Ia menekankan pentingnya kegiatan seperti ini sebagai sarana membangun kembali solidaritas di antara anggota.
"Kita harus ingat bahwa organisasi ini bukan hanya tentang seragam dan jabatan, tetapi juga tentang kebersamaan, kepedulian, dan kontribusi nyata di masyarakat," tegasnya.
Namun, membangkitkan organisasi tidak semudah mengadakan satu kegiatan. Beberapa kader mengungkapkan bahwa tanpa adanya program berkelanjutan, semangat ini bisa kembali meredup.
Salah satu kader, Rega Ikhsannova, menuturkan bahwa organisasi ini perlu lebih banyak terobosan yang bisa menarik minat anggota untuk tetap aktif.
"Kalau hanya roan, semangatnya mungkin bertahan sebentar. Tapi kalau ada kegiatan rutin yang jelas manfaatnya, baik untuk pengembangan diri maupun kontribusi sosial, pasti anggota akan lebih tertarik," ujarnya.
Dari sisi senior, Demisoner Komandan DKAC CBP Wates, Rivaldo Eka Eriswanto, menekankan pentingnya regenerasi yang kuat. Ia menilai, kaderisasi yang tidak berjalan optimal menjadi salah satu penyebab organisasi sempat redup.
"DKAC CBP-IPNU dan KPP-IPPNU harus punya strategi kaderisasi yang jelas. Jangan hanya mengandalkan kader lama, tetapi harus aktif merekrut dan membimbing kader baru," jelasnya.
Aksi Nyata atau Sekadar Seremoni?
Kegiatan roan ini memang patut diapresiasi sebagai langkah awal kebangkitan organisasi. Namun, pertanyaannya, apakah ini sekadar seremoni sesaat atau benar-benar awal dari kebangkitan yang berkelanjutan?
Organisasi kepemudaan seperti DKAC CBP-IPNU dan KPP-IPPNU memegang peran penting dalam membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan pelajar Nahdlatul Ulama. Jika hanya bergerak sesekali tanpa arah yang jelas, eksistensinya bisa kembali dipertanyakan.
Dengan adanya kegiatan ini, harapannya bukan hanya semangat yang kembali menyala, tetapi juga lahirnya kesadaran bahwa organisasi ini membutuhkan komitmen jangka panjang, bukan sekadar semangat musiman. Jika tidak, kebangkitan yang mereka gaungkan hari ini bisa kembali pudar esok hari.
Bagaimana menurut Anda? Apakah langkah yang diambil DKAC CBP-IPNU dan KPP-IPPNU Kecamatan Wates sudah cukup untuk memastikan kebangkitan organisasi ini? Ataukah mereka masih perlu gebrakan lain agar tidak kembali tenggelam dalam kelesuan?
Dir. Lembaga Pers Penerbitan PAC IPNU Wates. Blitar, 15 Maret 2025.

Komentar
Posting Komentar